Beritaku55.blog, Selayar - Toa Bitombang adalah sebuah kampung peninggalan sejarah dengan arsitektur kuno di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Rumah-rumah di kampung ini usianya diperkirakan telah ratusan tahun.
Tak lengkap jika Anda berkunjung ke Pulau Selayar yang terkenal dengan Taka Bonerate-nya, lalu tak mengunjungi Kampung Toa Bitombang.
Toa Bitombang adalah sebuah kampung peninggalan sejarah dengan arsitektur kuno di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Perkampungan ini berada di atas ketinggian menampilkan pemandangan alami yang memesona dengan bentangan topografi alam berundak dan berbukit.
Ada banyak cerita tentang alasan mengapa rumah-rumah di Kampung Toa Bitombang harus tinggi. Di antaranya karena banyaknya pencuri pada zaman dulu dan menunjukkan panjang umurnya masyarakat Toa Bitombang.
Untuk mendirikan rumah di perkampungan Toa Bitombang ini tidak bisa sembarangan. Ritual ini menurut penjelasan dari penduduk desa disebut dengan jampi-jampi.
"Jadi jangan kaget kalau ke kampung ini kamu melihat warga yang sudah tua, tapi masih gesit dalam bercocok tanam," ujar ilham.
Ritual Masyarakat
Namun, menurut Ilham, mendirikan rumah di perkampungan Toa Bitombang ini tak dapat sembarangan. Ada ritual tertentu yg harus dijalankan. Ritual ini menurut penjelasan dari penduduk desa disebut dengan jampi-jampi.
Jampi ini dikerjakan di sekitar rumah, tapi tak boleh diketahui oleh siapa pun. Selain itu ritual ini yaitu ritual keberkahan yg bermaksud agar keberkahan selalu diturunkan kepada keluarga yg ada di rumah tersebut.
Bangunan rumah tinggi, usia warga pun panjang. Mitos ini semakin dipercaya dengan keberadaan nenek Yaho. Penghuni salah sesuatu rumah itu usianya mencapai 100 tahun, tetapi fisiknya masih baik dan ingatannya pun masih kuat.
"Jadi jangan kaget kalau ke kampung ini kamu melihat warga yg telah tua, tetapi masih gesit dalam bercocok tanam," ujar ilham sambil tertawa.
Jampi ini dikerjakan di sekitar rumah, tapi tak boleh diketahui oleh siapa pun. Selain itu ritual ini yaitu ritual keberkahan yg bermaksud agar keberkahan selalu diturunkan kepada keluarga yg ada di rumah tersebut.
Bangunan rumah tinggi, usia warga pun panjang. Mitos ini semakin dipercaya dengan keberadaan nenek Yaho. Penghuni salah sesuatu rumah itu usianya mencapai 100 tahun, tetapi fisiknya masih baik dan ingatannya pun masih kuat.
"Jadi jangan kaget kalau ke kampung ini kamu melihat warga yg telah tua, tetapi masih gesit dalam bercocok tanam," ujar ilham sambil tertawa.
Secara terpisah, Kepala Dusun Kampung Toa Bitombang, Mohammad Shaleh, mengungkapkan bahwa dulunya penduduk Toa Bitombang yaitu warga yg tak ingin membiarkan kampungnya ini tersentuh hal baru atau modernisasi.
Bahkan, ketika agama Islam masuk di Kepulauan Selayar pada pertengahan abad ke-17, nenek moyang penduduk setempat melarikan diri ke pelosok perbukitan sebagai bentuk penolakan masuknya agama baru.
Namun prinsip itu lama-kelamaan luntur tergerus waktu, penduduk Kampung Toa Bitombang yg dulunya menganut kepercayaan percampuran Hindu dan animisme. Lalu konon pimpinan dari Kerajaan Bontobangun (salah sesuatu kerajaan di Selayar) menemukan Dusun Toa Bitombang dan mengislamkan segala penduduk tanpa paksaan.
"Pada 1930, kampung ini justru menyumbangkan jemaah terbanyak dari Selayar menuju Tanah Suci Mekah," kata lelaki berusia 70 tahun yg telah menjabat sebagai kepala dusun selama 40 tahun itu.
Bahkan, ketika agama Islam masuk di Kepulauan Selayar pada pertengahan abad ke-17, nenek moyang penduduk setempat melarikan diri ke pelosok perbukitan sebagai bentuk penolakan masuknya agama baru.
Namun prinsip itu lama-kelamaan luntur tergerus waktu, penduduk Kampung Toa Bitombang yg dulunya menganut kepercayaan percampuran Hindu dan animisme. Lalu konon pimpinan dari Kerajaan Bontobangun (salah sesuatu kerajaan di Selayar) menemukan Dusun Toa Bitombang dan mengislamkan segala penduduk tanpa paksaan.
"Pada 1930, kampung ini justru menyumbangkan jemaah terbanyak dari Selayar menuju Tanah Suci Mekah," kata lelaki berusia 70 tahun yg telah menjabat sebagai kepala dusun selama 40 tahun itu.
Orang orang di daerah kampung pun sekarang sudah menerima dunia luar.Contohnya anak muda disana diharuskan sekolah yang tinggu .
Saat Ini kampung tersebut di kelola oleh pemerintah daerah Selayar dengan konsep yang sederhana





0 comments: